Selasa, 21 April 2015

Fearless



Fearless


 

cr  gambar : google.com







A story by uriMaknae26

Cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Kim Taeyeon || Genre : Fluff and Bromance || Rating : T-15 || Length : 1400+


“Ya! lelaki idiot mengapa kau menangis hahh? Tidakkah kau berpikir bahwa ucapan para penggemar diluar sana kau pengecut adalah benar.”

Start

“Penghianat!”

“Pergi kau!”

“Dasar pembohong!”

“Aku membencimu!”

“Kau menyakitiku Oppa!”

“Tolong gantikan dia, jangan sampai muncul dihadapanku lagi!”

“Penghianat!”

Masih terngiang kata-kata yang begitu menyakitkan keluar dari mulut orang-orang yang dulu memujanya. Kata-kata yang megitu membuat hati pedih itu keluar dengan luapan amarah orang-orang yang dulunya memanggil diri mereka dengan sebutan EXOL. Orang-orang yang dulu dengan sekuat tenaga memperbaiki nama baik EXO ketika mereka sedang dilanda berita yang tidak mengenakkan, orang-orang yang dulu sangat melindungi EXO dari cemoohan orang-orang yang iri dengan EXO. Mereka orang-orang yang bahkan rela mengorbankan apapun yang mereka punya hanya untuk melihat EXO lebih dekat. Mereka yang menghapuskan sisi kelam yang pernah terjadi dan membuatnya kembali bersinar. 

Tapi kini mereka telah berubah. Mereka tak lagi meyerukan panggilan yang membangkitkan semangat lelaki tadi, mereka semua kini malah menghujatnya terutama melalui akun sosial medianya, mereka meninggalkan sebuah kesan yang sangat menyakitkan. Dan yang lebih menghujam perasaan lelaki itu ketika tadi Ia membawakan acara musik mingguan bersama sang leader, Ia diteriaki ‘Penghianat’. Mereka berpaling dari laki-laki pemilik suara emas di EXO ini. Mereka membalikan tangan seolah membuang semua kenangan serta perjuangan yang telah mereka lakukan sampai saat ini. Dan bahkan parahnya fakta bahwa orang-orang itu kecewa pada lelaki itu kini benar-benar terjadi, sebagian dari mereka keluar dari fansite resmi EXO. Sebagian dari mereka benar-benar marah dan bahkan tak mau mengingatnya lagi.

Perasaan mereka kecewa, marah, sedih dan bahkan mungkin masih banyak lagi yang tak bisa diungkapkan hanya dengan kata-kata. Tapi, tak taukah mereka bahwa lelaki itu juga merasakan hal yang sama. Lelaki itu sadar bahwa Ia juga salah, tapi Ia juga tak bisa sepenuhnya disalahkan. Lelaki itu menyadari betapa bodohnya Ia memberi kode-kode rahasia dalm setiap postingannya di akun instagramnya, biasakah waktu diputar ulang ketika Ia benar-benar ingin membuat akun instagramnya untuk berkomunikasi dengan para penggemarnya. Lelaki itu juga ceroboh! Mengapa Ia bisa tertangkap paparazi sedang berkencan di dalam mobil, kenapa Ia tak bisa menahannya? Kenapa laki-laki itu tak sadar bahwa dirinya idol dengan jutaan penggemar yang tersebar dibelahan dunia? Dan kenapa berita itu harus tersebar luas?

“Byun Baekhyun bodooooh!!!” ,jeritnya sekencang yang Ia mampu.

Mau diapakan lagi hal itu sudah terlanjur terjadi. Waktu yang telah terjadi tak mungkin dapat diputar kembali bahkan dengan bantuan Tao sekalipun. Sekarang hanya penyesalah serta kepahitan yang bisa dihadapi, dan juga perenungan atas apa yang telah Ia lakukan. Harapan bahwa nantinya Ia akan diterima dan didukung oleh para penggemar dan masyarakat umum terhapus semua. Baekhyun tak mengira bahwa hal ini akan terjadi. Mungkin memang ada sebagian orang yang tak terima dengan keputusannya saat itu, tapi kenapa malah para penggemarnya juga tak terima. Ia pikir penggemarnya akan maklum dengan keputusannya. Walau bagaimanapun penggemarnya harusnya mengerti bahwa Ia seorang idol dan juga seorang manusia seperti yang lainnya. Dan walau bagaimanapun seorang idol juga bisa mempunyai kesalahan. Baekhyun mengakui bahwa dirinya ceroboh, egois, dan bodoh. Harusnya Ia tetap menjalin hubungannya dengan diam-diam tanpa terketahui oleh khalayak umum disana, harusnya Ia lebih berhati-hati pada saat Ia berkencan. 

Oh sampai sebegitu besarkan kesalahan yang Baekhyun terima, hingga kejadian yang tak mengenakkan ini bertubi-tubi menghampirinya?

********
Baekhyun masih terenung memikirkan kejadian yang membuat pusing kepala dan heti yang berkecamuk akhir-akhir ini. Masih menggunakan pakaian yang tadi Ia pakai untuk memandu acara, Baekhyun duduk terkapar dengan menopangkan tangan kesalah satu lututnya. Matanya sedari tadi sudah berkaca-kaca dan siap untuk mengeluarkan aliran sungai kecil di pelupuk mata, tapi sekuat tenagan Ia tahan agar aliran itu tak tumpah juga. Ia sudah berjanji pada dirinya sendiri agar tak lemah melawan masalah ini, ini konsekuensi dari apa yang telah Ia perbuat. Ini akibat dari kecerobohannya sendiri yang harus ditanggung. Ia tak boleh menyerah begitu saja!

“Baekhyun!” ,tiba-tiba seseorang masuk ke ruangan tempat dimana Baekhyun duduk tadi.

Laki-laki pemilik tubuh tinggi dan suara bariton yang sekaligus teman sekamar Baekhyun datang dan membuka pintu dengan kasar. Sedangkan Baekhyun tetap pada posisinya dan tak bergeming sedikitpun. Entah Baekhyun hafal siapa pemilik suara itu atau Ia terlalu malas untuk berurusan dengan orang dulu. 

Perlahan-lahan Chanyeol berjalan mendekati sahabatnya itu. Ia cukup tertegun atas apa yang terjadi pada Baekhyun dan kondisinya saat ini. Baekhyun yang dulunya adalah moodmaker bersama Chanyeol kini seolah berangsur-angsur menghilang, Chanyeol tahu jika tadi saat Baekhyun memandu acara hanya senyum palsu yang terpampang di wajahnya. Bahkan saat EXO biasanya menghabiskan waktu bersama Baekhyun selalu melemparkan guyonan khasnya dan bicara panjang lebar tanpa tahu arahnya, tapi kini tidak lagi. 

“Bacon..” ,ucap Chanyeol lirih.

Baekhyun masih tetap diam pada posisinya, Ia membisu tak mejawab ucapan Chanyeol, Ia mengabaikan keadaan sekelilingnya. Chanyeol melemparkan pandangan sendu pada sahabatnya itu. Menurutnya Baekhyun sahabatnya yang dulu benar-benarlah menghilang. Baekhyun yang selalu melakukan senyuman bodoh dengan Chanyeol, Baekhyun yang selalu bertengkar dengan Chanyeol sebelum tidur, Baekhyun yang selalu berteriak saat Chanyeol sedang mengganggunya, Baekhyun yang selalu berada didekat Chanyeol saat Ia sedang mendapat omelan dari para hyungnya. 

“Ya! lelaki idiot mengapa kau menangis hahh? Tidakkah kau berpikir bahwa ucapan para penggemar diluar sana kau pengecut adalah benar. Baekhyun penghianat sekaligus pembohong yang benar-benar bodoh, itu semua benar!” ,teriakan Chanyeol dengan suara baritonnya menggema keseluruh penjuru ruangan.

“Kenapa kau Cuma diam disini hahh? Kenapa kau tak meminta maaf pada fans? Kenapa kau harus bersembunyi disini hahh? Merenungkan kesalahanmu dan terus tenggelam dalam penyesalan dan kesedihan? Eoh? Ya pengecut dengarkan aku! Semua kesalahnmu sudah dipublikasikan, sekarang kau hanya perlu meminta maaf pada mereka. Bukan berdiam diri disini!” ,ucap Chanyeol dengan amarah yang menggebu-gebu.
 
“Kenapa kau diam hahh?  Kau takut? Kau takut mereka malah makin menghujatmu? Kau takut mereka malah semakin membencimu? Kau takut nantinya tak akan ada lagi yang mendukungmu? Katakan padaku! Jangan tak bergeming seperyi mayat eoh! Cepat bangun dan selesaikan semuanya.” ,gertak Chanyeol dengan aliran kecil yang begitu saja keluar dari pelupuk mata lelaki ini.

Baekhyun mulai bergeming dan menatap manik mata milik Chanyeol. Sorot mata yang menyedihkan, itulah kesan pertama Chanyeol saat melihat manik mata Baekhyun. Entah mengapa perkataan yang dituturkan oleh Chanyeol juga membuat butiran air mata yang sedari tadi ditahan jatuhnya juga jebol pertahanannya. Air mata dua sahabat itu mengalir dengan deras. Ada rasa menyesal dibenak Chanyeol saat Ia tadi mengucapkan kata-kata yang begitu kasar. 

Mau bagaimana lagi? Baekhyun tetap akan tak bergeming jika Chanyeol berbicara dengan lembut. Ia sadar bahwa Baekhyun sudah muak dengan ucapan-ucapan kasar yang Ia terima, tapi inilah cara satu-satunya cara yang terbesit di pikiran Chanyeol mengungkapkan perasaannya yang juga marah kepada Baekhyun. Tapi perasaan marah dan kata0kata kasar tadi juga merupakan luapan rasa sayang sebagai sahabat sejatiyang dituangkan Chanyeol, itu semua demi mengembalikkan Baekhyun yang dulu. Mengembalikan senyum dan tawa Baekhyun yang sempat menghilang.


“Ottokheyoo...” ,Baekhyun berucap lirih dengan volume suara yang sangat minim.
Perlahan Chanyeol mendekat dan mendekap sahabatnya itu kedalam pelukannya.

“Jangan takut Baek kami di sisimu. Kami mendukungmu. Jangan lihat sisi mereka yang selalu mencemoohmu saja, tapi lihat juga kami yang selalu mendukungmu. Hiraukan saja semua yang mengganggu pikiranmu dan terus lakukan apa yang membuatmu nyaman. Jangan takut Baek!” ,ucap sendu Chanyeol.

Sesaat pelukan itu terus terjadi. Baru kali ini Chanyeol melihat Baekhyun yang sangat menyedihkan seperti ini. Baekhyun bukan tipikal orang yang dengan mudah mengungkapkan segala isi hatinya, Ia lebih memilih untuk memendam dalam-dalam kesedihannya dan menutupi dengan senyum bodohnya itu.

Chanyeol mengendurkan pelukannya, tersenyum ramah dan memukul ringan kepala Baekhyun ,”Ya idiot jangan cuma menangis. Cepat bangun.”

“Awwhhhh. Ya walau bagaimanapun aku tetap lebih tua dari padamu!” ,protes Baekhyun.

“Cihhh...” ,decak Chanyeol sembari menyunggingkan seukir senyum. 
 Perlahan Baekhyun akan kembali, pikir Chanyeol.



 
***********




Siluet mata Chanyeol menangkap sepasang manik mata yang memperhatikannya dengan Baekhyun tadi. Terpaku pada sepasang mata indah di ujung pintu sana. Gadis itu, pemilik mata indah diujung pintu tersenyum haru mendengar semuanya. Itu berarti hubungan mereka tidaklah di tentang oleh member grupnya, itu berarti gadis itu juga tak perlu merasa bersalah penuh atas kecerobohannya. 

“Eoh Noona kapan kau datang?” ,ujar Chanyeol setelah menyadari siapa gadis tersebut.
Tak ada sautan yang terdengar dari mulut gadis itu. 

“Ahhhh benar Aku mengganggu yaa..” ,sela Chanyeol disaat gadis itu hendak menjawab pertanyaannya tadi.
“Seharusnya orang cengeng ini bertemu denganmu bukan denganku. Hahahaha iyakan?” ,Chanyeol sambil bergelak tawa.

“Aiiisssshhh bukan begitu Chanyeol-aaa..” ,protes gadis itu dengan rona memerah di wajahnya.

“Arrasso arrasso, pasangan baru memang masih sering malu-malu. Padahal memang kalian yang pasti ingin cepat bertemu.” ,Chanyeol berbicra sambil berjalan pelan menuju ke ujung pintu itu.

“Noona jangan biarkan anak idiot itu terus menagis dan menyesalinya seperti orang yang makin menyedihkan.” ,ucap Chanyeol saat Ia berada didekat gadis itu dan kembali melangkah keluar dari ruangan itu.

Baru saja badan Chanyeol menghilang dari rungan tersebut, gadis itu Kim Taeyeon menyondongkan kepalannya keluar dan berteriak ,”Chanyeolaaa terus dukung namjachinguku yaa...”

“Geureomnyoo...” ,teriak Chanyeol.

-Fin_






Note :        
Fuihhh *tariknafas. Sebenarnya fanfiction ini sudah kubuat sejak berita Baekyeon menyebar luas, tepatnya waktu itu saat Baekhyun sedang membawakan acara musik Inkigayo. Sedih, marah, kecewa semua itu yang mungkin aku rasain ke Baekhyun waktu itu, bahkan aku mau berterimakasih buat fans ayau siapalah yang terdapat di studio Inkigayo dan menyoraki Baekhyun ‘Penghianat!’ . Jahat? Ya itu benar, tapi jujur itu perasaan tulusku diantara dengan marah dan kecewa ke Baaekhyun. Tapi sekarang semakin berjalannya waktu kini setidaknya perasaan itu sudah mulai menghilang. Toh kita hanya penggemar yang mendukung untuk kebaikan idolanya bukan? Walaupun jujur harapan untuk pasangan itu untuk pisah masih ada >< 

Thanks buat siapapun yang sudah membaca karya ku ini, untuk silent riders aku gak marah kok itu hak kalian ingin meninggalkan jejak atau gak tapi ada baiknya kalian tak seperti jin yang menghilang tiba-tiba.Hihihihihi :D

Sekali lagi Thank you buat semuanya^^

Sorry for da typos, I'm in the beginner;)