Fearless
cr gambar : google.com
A story by uriMaknae26
Cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Kim Taeyeon ||
Genre : Fluff and Bromance || Rating : T-15 || Length : 1400+
“Ya!
lelaki idiot mengapa kau menangis hahh? Tidakkah kau berpikir bahwa ucapan para
penggemar diluar sana kau pengecut adalah benar.”
Start
“Penghianat!”
“Pergi kau!”
“Dasar pembohong!”
“Aku membencimu!”
“Kau menyakitiku Oppa!”
“Tolong gantikan dia, jangan sampai muncul dihadapanku
lagi!”
“Penghianat!”
Masih terngiang kata-kata yang begitu menyakitkan keluar
dari mulut orang-orang yang dulu memujanya. Kata-kata yang megitu membuat hati
pedih itu keluar dengan luapan amarah orang-orang yang dulunya memanggil diri
mereka dengan sebutan EXOL. Orang-orang yang dulu dengan sekuat tenaga
memperbaiki nama baik EXO ketika mereka sedang dilanda berita yang tidak
mengenakkan, orang-orang yang dulu sangat melindungi EXO dari cemoohan orang-orang
yang iri dengan EXO. Mereka orang-orang yang bahkan rela mengorbankan apapun
yang mereka punya hanya untuk melihat EXO lebih dekat. Mereka yang menghapuskan
sisi kelam yang pernah terjadi dan membuatnya kembali bersinar.
Tapi kini mereka telah berubah. Mereka tak lagi
meyerukan panggilan yang membangkitkan semangat lelaki tadi, mereka semua kini
malah menghujatnya terutama melalui akun sosial medianya, mereka meninggalkan
sebuah kesan yang sangat menyakitkan. Dan yang lebih menghujam perasaan lelaki
itu ketika tadi Ia membawakan acara musik mingguan bersama sang leader, Ia
diteriaki ‘Penghianat’. Mereka berpaling dari laki-laki pemilik suara emas di
EXO ini. Mereka membalikan tangan seolah membuang semua kenangan serta
perjuangan yang telah mereka lakukan sampai saat ini. Dan bahkan parahnya fakta
bahwa orang-orang itu kecewa pada lelaki itu kini benar-benar terjadi, sebagian
dari mereka keluar dari fansite resmi EXO. Sebagian dari mereka benar-benar
marah dan bahkan tak mau mengingatnya lagi.
Perasaan mereka kecewa, marah, sedih dan bahkan mungkin
masih banyak lagi yang tak bisa diungkapkan hanya dengan kata-kata. Tapi, tak
taukah mereka bahwa lelaki itu juga merasakan hal yang sama. Lelaki itu sadar
bahwa Ia juga salah, tapi Ia juga tak bisa sepenuhnya disalahkan. Lelaki itu
menyadari betapa bodohnya Ia memberi kode-kode rahasia dalm setiap postingannya
di akun instagramnya, biasakah waktu diputar ulang ketika Ia benar-benar ingin
membuat akun instagramnya untuk berkomunikasi dengan para penggemarnya. Lelaki
itu juga ceroboh! Mengapa Ia bisa tertangkap paparazi sedang berkencan di dalam
mobil, kenapa Ia tak bisa menahannya? Kenapa laki-laki itu tak sadar bahwa
dirinya idol dengan jutaan penggemar yang tersebar dibelahan dunia? Dan kenapa
berita itu harus tersebar luas?
“Byun Baekhyun bodooooh!!!” ,jeritnya sekencang yang Ia
mampu.
Mau diapakan lagi hal itu sudah terlanjur terjadi. Waktu
yang telah terjadi tak mungkin dapat diputar kembali bahkan dengan bantuan Tao
sekalipun. Sekarang hanya penyesalah serta kepahitan yang bisa dihadapi, dan
juga perenungan atas apa yang telah Ia lakukan. Harapan bahwa nantinya Ia akan
diterima dan didukung oleh para penggemar dan masyarakat umum terhapus semua.
Baekhyun tak mengira bahwa hal ini akan terjadi. Mungkin memang ada sebagian
orang yang tak terima dengan keputusannya saat itu, tapi kenapa malah para
penggemarnya juga tak terima. Ia pikir penggemarnya akan maklum dengan
keputusannya. Walau bagaimanapun penggemarnya harusnya mengerti bahwa Ia
seorang idol dan juga seorang manusia seperti yang lainnya. Dan walau
bagaimanapun seorang idol juga bisa mempunyai kesalahan. Baekhyun mengakui
bahwa dirinya ceroboh, egois, dan bodoh. Harusnya Ia tetap menjalin hubungannya
dengan diam-diam tanpa terketahui oleh khalayak umum disana, harusnya Ia lebih
berhati-hati pada saat Ia berkencan.
Oh sampai sebegitu besarkan kesalahan yang Baekhyun
terima, hingga kejadian yang tak mengenakkan ini bertubi-tubi menghampirinya?
********
Baekhyun masih terenung memikirkan kejadian yang membuat
pusing kepala dan heti yang berkecamuk akhir-akhir ini. Masih menggunakan
pakaian yang tadi Ia pakai untuk memandu acara, Baekhyun duduk terkapar dengan
menopangkan tangan kesalah satu lututnya. Matanya sedari tadi sudah
berkaca-kaca dan siap untuk mengeluarkan aliran sungai kecil di pelupuk mata,
tapi sekuat tenagan Ia tahan agar aliran itu tak tumpah juga. Ia sudah berjanji
pada dirinya sendiri agar tak lemah melawan masalah ini, ini konsekuensi dari
apa yang telah Ia perbuat. Ini akibat dari kecerobohannya sendiri yang harus
ditanggung. Ia tak boleh menyerah begitu saja!
“Baekhyun!” ,tiba-tiba seseorang masuk ke ruangan tempat
dimana Baekhyun duduk tadi.
Laki-laki pemilik tubuh tinggi dan suara bariton yang
sekaligus teman sekamar Baekhyun datang dan membuka pintu dengan kasar. Sedangkan
Baekhyun tetap pada posisinya dan tak bergeming sedikitpun. Entah Baekhyun
hafal siapa pemilik suara itu atau Ia terlalu malas untuk berurusan dengan
orang dulu.
Perlahan-lahan Chanyeol berjalan mendekati sahabatnya
itu. Ia cukup tertegun atas apa yang terjadi pada Baekhyun dan kondisinya saat
ini. Baekhyun yang dulunya adalah moodmaker bersama Chanyeol kini seolah
berangsur-angsur menghilang, Chanyeol tahu jika tadi saat Baekhyun memandu
acara hanya senyum palsu yang terpampang di wajahnya. Bahkan saat EXO biasanya
menghabiskan waktu bersama Baekhyun selalu melemparkan guyonan khasnya dan
bicara panjang lebar tanpa tahu arahnya, tapi kini tidak lagi.
“Bacon..” ,ucap Chanyeol lirih.
Baekhyun masih tetap diam pada posisinya, Ia membisu tak
mejawab ucapan Chanyeol, Ia mengabaikan keadaan sekelilingnya. Chanyeol
melemparkan pandangan sendu pada sahabatnya itu. Menurutnya Baekhyun sahabatnya
yang dulu benar-benarlah menghilang. Baekhyun yang selalu melakukan senyuman
bodoh dengan Chanyeol, Baekhyun yang selalu bertengkar dengan Chanyeol sebelum
tidur, Baekhyun yang selalu berteriak saat Chanyeol sedang mengganggunya,
Baekhyun yang selalu berada didekat Chanyeol saat Ia sedang mendapat omelan
dari para hyungnya.
“Ya! lelaki idiot mengapa kau menangis hahh? Tidakkah
kau berpikir bahwa ucapan para penggemar diluar sana kau pengecut adalah benar. Baekhyun penghianat sekaligus pembohong yang benar-benar bodoh, itu semua
benar!” ,teriakan Chanyeol dengan suara baritonnya menggema keseluruh penjuru
ruangan.
“Kenapa kau Cuma diam disini hahh? Kenapa kau tak
meminta maaf pada fans? Kenapa kau harus bersembunyi disini hahh? Merenungkan
kesalahanmu dan terus tenggelam dalam penyesalan dan kesedihan? Eoh? Ya
pengecut dengarkan aku! Semua kesalahnmu sudah dipublikasikan, sekarang kau
hanya perlu meminta maaf pada mereka. Bukan berdiam diri disini!” ,ucap
Chanyeol dengan amarah yang menggebu-gebu.
“Kenapa kau diam hahh? Kau takut? Kau takut mereka malah makin
menghujatmu? Kau takut mereka malah semakin membencimu? Kau takut nantinya tak
akan ada lagi yang mendukungmu? Katakan padaku! Jangan tak bergeming seperyi
mayat eoh! Cepat bangun dan selesaikan semuanya.” ,gertak Chanyeol dengan
aliran kecil yang begitu saja keluar dari pelupuk mata lelaki ini.
Baekhyun mulai bergeming
dan menatap manik mata milik Chanyeol. Sorot mata yang menyedihkan, itulah
kesan pertama Chanyeol saat melihat manik mata Baekhyun. Entah mengapa
perkataan yang dituturkan oleh Chanyeol juga membuat butiran air mata yang
sedari tadi ditahan jatuhnya juga jebol pertahanannya. Air mata dua sahabat itu
mengalir dengan deras. Ada rasa menyesal dibenak Chanyeol saat Ia tadi
mengucapkan kata-kata yang begitu kasar.
Mau bagaimana lagi?
Baekhyun tetap akan tak bergeming jika Chanyeol berbicara dengan lembut. Ia
sadar bahwa Baekhyun sudah muak dengan ucapan-ucapan kasar yang Ia terima, tapi
inilah cara satu-satunya cara yang terbesit di pikiran Chanyeol mengungkapkan
perasaannya yang juga marah kepada Baekhyun. Tapi perasaan marah dan kata0kata
kasar tadi juga merupakan luapan rasa sayang sebagai sahabat sejatiyang
dituangkan Chanyeol, itu semua demi mengembalikkan Baekhyun yang dulu.
Mengembalikan senyum dan tawa Baekhyun yang sempat menghilang.
“Ottokheyoo...” ,Baekhyun
berucap lirih dengan volume suara yang sangat minim.
Perlahan Chanyeol mendekat
dan mendekap sahabatnya itu kedalam pelukannya.
“Jangan takut Baek kami di
sisimu. Kami mendukungmu. Jangan lihat sisi mereka yang selalu mencemoohmu
saja, tapi lihat juga kami yang selalu mendukungmu. Hiraukan saja semua yang
mengganggu pikiranmu dan terus lakukan apa yang membuatmu nyaman. Jangan takut
Baek!” ,ucap sendu Chanyeol.
Sesaat pelukan itu terus
terjadi. Baru kali ini Chanyeol melihat Baekhyun yang sangat menyedihkan
seperti ini. Baekhyun bukan tipikal orang yang dengan mudah mengungkapkan
segala isi hatinya, Ia lebih memilih untuk memendam dalam-dalam kesedihannya
dan menutupi dengan senyum bodohnya itu.
Chanyeol mengendurkan
pelukannya, tersenyum ramah dan memukul ringan kepala Baekhyun ,”Ya idiot
jangan cuma menangis. Cepat bangun.”
“Awwhhhh. Ya walau
bagaimanapun aku tetap lebih tua dari padamu!” ,protes Baekhyun.
“Cihhh...” ,decak Chanyeol
sembari menyunggingkan seukir senyum.
Perlahan Baekhyun akan kembali,
pikir Chanyeol.
***********
Siluet mata Chanyeol
menangkap sepasang manik mata yang memperhatikannya dengan Baekhyun tadi.
Terpaku pada sepasang mata indah di ujung pintu sana. Gadis itu, pemilik mata
indah diujung pintu tersenyum haru mendengar semuanya. Itu berarti hubungan
mereka tidaklah di tentang oleh member grupnya, itu berarti gadis itu juga tak
perlu merasa bersalah penuh atas kecerobohannya.
“Eoh Noona kapan kau
datang?” ,ujar Chanyeol setelah menyadari siapa gadis tersebut.
Tak ada sautan yang
terdengar dari mulut gadis itu.
“Ahhhh benar Aku mengganggu
yaa..” ,sela Chanyeol disaat gadis itu hendak menjawab pertanyaannya tadi.
“Seharusnya orang cengeng
ini bertemu denganmu bukan denganku. Hahahaha iyakan?” ,Chanyeol sambil
bergelak tawa.
“Aiiisssshhh bukan begitu
Chanyeol-aaa..” ,protes gadis itu dengan rona memerah di wajahnya.
“Arrasso arrasso, pasangan
baru memang masih sering malu-malu. Padahal memang kalian yang pasti ingin
cepat bertemu.” ,Chanyeol berbicra sambil berjalan pelan menuju ke ujung pintu
itu.
“Noona jangan biarkan anak
idiot itu terus menagis dan menyesalinya seperti orang yang makin menyedihkan.”
,ucap Chanyeol saat Ia berada didekat gadis itu dan kembali melangkah keluar
dari ruangan itu.
Baru saja badan Chanyeol
menghilang dari rungan tersebut, gadis itu Kim Taeyeon menyondongkan kepalannya
keluar dan berteriak ,”Chanyeolaaa terus dukung namjachinguku yaa...”
“Geureomnyoo...” ,teriak
Chanyeol.
-Fin_
Note
:
Fuihhh *tariknafas. Sebenarnya
fanfiction ini sudah kubuat sejak berita Baekyeon menyebar luas, tepatnya waktu
itu saat Baekhyun sedang membawakan acara musik Inkigayo. Sedih, marah, kecewa
semua itu yang mungkin aku rasain ke Baekhyun waktu itu, bahkan aku mau
berterimakasih buat fans ayau siapalah yang terdapat di studio Inkigayo dan
menyoraki Baekhyun ‘Penghianat!’ . Jahat? Ya itu benar, tapi jujur itu perasaan
tulusku diantara dengan marah dan kecewa ke Baaekhyun. Tapi sekarang semakin
berjalannya waktu kini setidaknya perasaan itu sudah mulai menghilang. Toh kita
hanya penggemar yang mendukung untuk kebaikan idolanya bukan? Walaupun jujur
harapan untuk pasangan itu untuk pisah masih ada ><
Thanks buat siapapun yang
sudah membaca karya ku ini, untuk silent riders aku gak marah kok itu hak
kalian ingin meninggalkan jejak atau gak tapi ada baiknya kalian tak seperti
jin yang menghilang tiba-tiba.Hihihihihi :D
Sekali lagi Thank you buat
semuanya^^
Sorry for da typos, I'm in the beginner;)